Lembaga pendidikan tertua di
Indonesia adalah Pondok Pesantren. Pondok Pesantren memiliki peran penting dan
strategis dalam upaya pengelolaan dan pengembangan diri seorang manusia, hal
ini dapat dilihat dari beberapa hal yang melatar belakanginya, seperti, pertama
: Pondok Pesantren merupakan Lembaga Pendidikan tertua di Indonesia, sehingga
keberadaanya sangat mengakar dan berpengaruh besar terhadap masyarakat; Pondok
Pesantren adalah lembaga pendidikan generasi muda yang menggabungkan etika,
moral dan agama, sehingga berperan dalam mencetak generasi muda yang berakhlak
mulia. Sehingga jika kelak menjadi pejabat pemerintah atau pejabat politik
diharapkan akan memberikan nuansa-nuansa lingkungan yang membawa ketentraman
dan kesejahteraan bagi rakyatnya secara berkelanjutan, tanpa mengurangi hak
generasi yang akan datang; Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan yang
sangat berperan dalam pengkajian, pengajaran dan dakwah, dengan demikian
diharapkan dalam berbagai aktivitas dan dakwahnya dapat mengajak masyarakat
untuk berprilaku ramah lingkungan dan memperlakukan lingkungan sesuai dengan
tuntunan Al’Qur’an dan Hadits nabi.
Saat ini bangsa Indonesia sedang
mengalami dua trend bersamaan yakni globalisasi dan otonomisasi. Trend
globalisasi telah menempatkan bangsa kita dalam persaingan sengit dan terbuka
dalam aspek ekonomi dan ideologi politik. Sedangkan trend otonomisasi membawa
bangsa Indonesia pada proses perubahan penting dalam manajemen pemerintahan dan
pembangunan seperti halnya perubahan system pemerintahan dari sentralisasi ke
desentralisasi dimana kekuasaan penuh tidak hanya ada pada pemerintah pusat
namun juga pada daerah yang memiliki hak untuk menentukan dan membuat kebijakan
tersendiri.
Trend ini ditandai oleh maraknya
tuntunan masyarakat akan keterbukaan, kebebasan dan demokratisasi dalam
berbagai kehidupan. Tuntunan tersebut telah direspond oleh pemerintah R.I
dengan menerbitkan undang – undang Nomor. 32 2004 tentang Pemerintahan Daerah
dan Undang – Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan
Daerah.
Kecendrungan globalisasi dan
otonomisasi telah melahirkan model – model baru aktivitas politik dan tuntunan
masyarakat terhadap partai – partai politik. Prosedur dan orientasi kebijakan
serta pola pengelolaan aktivitas partai politik pada tingkat internasional,
nasional maupun lokal satu sama lain telah saling “mentransfer” dan “berpadu”.
Hal ini disebabkan oleh beberapa hal.
Yang Pertama, globalisasi dan otonomisasi menjadi pertimbangan
penting bagi semua partai politik dalam membuat prioritas kebijakan. Kedua,
wacana ideologis yang mempengaruhi kerangka kebijakan partai politik telah
dipengaruhi oleh ideologi – ideologi global dan nasional serta tradisi lokal. Ketiga,
struktur politik global, nasional dan lokal mempengaruhi opsi – opsi kebijakan
partai politik. Keempat, muncul dan berpengaruhnya komunitas kebijakan
global dan lokal. Kelima, proses globalisasi dan otonomisasi
mempengaruhi medan budaya dimana aktivitas politik diselenggarakan.
Akibatnya program partai – partai
politik ditingkat internasional, nasional, maupun lokal saling terkait dan
memiliki banyak kemiripan, sehingga sulit bagi satu partai politik untuk
memiliki aktivitas yang khas atau unik serta program –programnya dirasakan oleh
rakyat. Politik bukan hanya sebuah wadah dalam penyelenggaraan demokratisasi
Indonesia, namun politik adalah seni dalam mensejahterahkan dan memamkmurkan
rakyat. Hal tersebut yang wajib dipahami dan di implementasikan oleh para
politisi Indonesia.
Dunia politik penuh dengan jaringan
kerjasama, walaupun pada saat yang sama menjadi arena kompetisi. Setiap partai
politik dipacu untuk mengembangkan program – program strategis yang tidak hanya
berorientasi pada pemenangan kursi parlemen, akan tetapi juga pembinaan kader.
Setiap partai politik sangat membutuhkan pemimpin yang memiliki daya adaptasi
tinggi serta berwawasan luas terhadap trend globalisasi dan otonomisasi.
Ditengah perubahan yang dahsyat dan dalam jaringan kerjasama yang luas serta
persaingan yang ketat, masyarakat Indonesia membutuhkan sebuah figure pemimpin
yang mampu memenuhi kebutuhan rakyat. Pemimpin yang adil dan mampu
mensejahterahkan serta memakmurkan rakyat dalam mengahadapi dua trend secara
bersamaan. Menurut Birt, “Kualitas, karakterisktik, dan keterampilan yang
dituntut dari seorang pemimpin sebagian besar ditentukan oleh tuntunan situasi dimana dia berfungsi
sebagai pemimpin”.
Selain itu hal terpenting bagi para
calon pemimpin Indonesia dituntut untuk meiliki kejujuran penuh, partisipatif,
dan transparan dalam semua hal. Oleh
karena itu peran dari para partai politik islam sangat dibutuhkan. Kualitas,
karakteristik dan keterampilan bagi para calon pemimpin poitisi islam juga
menjadi prioritas utama. Karena hal tersebut sebagi bekal dalam mengahadapi
pasar global dan otonom.
Peran pesantren disini sangat
dibutuhkan dalam berpartisipasi aktif dalam proses demokrastisasi di Indonesia.
Pesantren sebagai pendidikan tertua dan mempunyai pengaruh besar terhadap
bangsa akan ajaran benar yang ditransformasikan terhadap bangsa memliki
kontribusi besar dalam menentukan figur pemimpin, baik pemimpin partai politik
islam maupun pemimpin Negara, wilayah maupun daerah. Besar kepercayaan
masyarakat terhadap pesantren akan nilai – nilai baik yang diajarkannya serta
kemakmuran dan ketentraman yang dirasakannya menjadi sebuah bekal besar bagi
pesantren dalam berkontribusi terhadap demokratisasi di Indonesia. Hal tersebut
sebagai upaya untuk menjawab semua kebutuhan rakyat.
Dalam rangka untuk mewujudkan hal
tersebut, disini Asosiasi Mahasiswa Alumni Zainul Hasan Genggong (AMAZHONE)
Cabang Malang hadir dengan wajah baru akan mengadakan kegiatan “Seminar Nasional” dengan tema “Peranan Pesantren Dalam Mengawal NKRI”.
Hal ini sebagai bentuk rasa peduli tinggi terhadap tanah kelahirannya yakni
Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. Dengan kegiatan ini diharapkan mampu
memahami kontribusi pesantren dalam menjawab semua kebutuhan rakyat, dan bukan
sekedar janji semu yang selalu manis diungkapkan. Itu semua harus diwujudkan
untuk ketentraman dan kemakmuran rakyat dalam kehidupan sehari - hari.
1. Tri Dharma Perguruan Tinggi
2. Program Kerja Asosiasi Mahasiswa
Alumni Zainul Hasan Genggong (AMAZHONE)Masa Ibadah 2012-2013
Bentuk kegiatan ini adalah “ Seminar Nasional”
Kegiatan ini
bertemakan “Peranan Pesantren
Dalam Mengawal NKRI”
Kegiatan ini bertujuan untuk transfer
of knowladge yang mengarah pada pengembangan sumber daya manusia pada umumnya
dan santri pada khususnya, supaya lebih mengetahui bahwa pesantren memiliki
sepak terjang yang kuat serta peranan yang penting dalam mengawal NKRI. Selain
itu ujuan dari kegiatan ini adalah:
1. Untuk memahami apa arti politik dalam prespektif islam,
dan bagaiman hukumnya.
2. Untuk mengetahui bagaimana peran pesantren dalam mengawal
NKRI.
3. Untuk Memahami pengaruh dan dampak pesantren terhadap
politik dan bangsa Indonesia.
4. Untuk mengetahui karakteristik figur pemimpin bangsa yang
bedasarkan nilai – nilai ajaran agama islam.
5. Untuk memahami politik islam era reformasi.
Kegiatan seminar nasional ini akan dihadiri 650
orang di antaranya; 150 orang yang meliputi :
para
Tokoh Masyarakat, Ketua/Pengurus IPNU se-Probolinggo, Ketua/Pengurus Organisasi Pemuda/Mahasiswa
se-Probolinggo, Ketua/Pengurus Ormas se-Probolinggo, Dosen dan Guru Pondok
Pesantren Zainul Hasan Genggong. 500 peserta yang meliputi : Mahasiswa
se-Probolinggo, pelajar SMA sederajat se-Probolinggo.
Kegiatan ini berlangsung selama satu hari, yang Insyallah akan
diselenggarakan pada:
hari/tanggal
: Sabtu, 29 Juni 2013
jam : 08.00 WIB – Selesai
tempat
: Gedung Islamic Center Jl. Raya Alun-Alun
Kraksaan Kabupaten Probolinggo.
tema :“Peranan Pesantren Dalam
Mengawal NKRI”
No
|
Hari/
Tanggal
|
Waktu
|
Agenda
Kegiatan
|
Tempat
|
Penanggung Jawab
|
1.
|
Jum’at,
28 Juni 2013
|
18.00 - 18.30
|
Check in dan Packing
Pemberangkatan Panitia
|
UIN
Malang
(Klinik
UIN)
|
Semua Panitia
|
18.30
– 21.00
|
Perjalanan ke Probolinggo
|
On The Way
|
Sopir
|
21.00
– 23.00
|
Penyiapan Kelengkapan Acara
|
Islamic Center
|
Semua Panitia
|
23.00
– 04.00
|
Istirahat
|
Islamic Center
|
Semua Panitia
|
2.
|
Sabtu,
29 Juni 2013
|
07.00
– 08.00
|
Prepare dan Persiapan Pembukaan
|
Islamic Center
|
Sie Acara
|
08.00
– 10.00
|
Pembukaan
Oleh: KH.
Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH. MM.
|
Islamic Center
|
Sie Acara
|
10.00
– 11.30
|
Materi I
“Arti Politik
Dan Bagaimana Hukumnya Dalam Prespektif
Islam”
Oleh: Hj.
Khofifah Indar Parawansa (Ketua Muslimat NU Indonesia)
|
Islamic Center
|
Moderator
(Abdul
Aziz, S. Sos)
|
11.30 – 13.00
|
Materi II
“Peranan Pesantren Dalam Mengawal NKRI”
Oleh: KH. Hasyim
Muzadi (Tokoh NU Indonesia)
|
Islamic Center
|
Moderator
(Abdul
Aziz, S. Sos)
|
13.00 – 14.00
|
Tanya Jawab & Penutupan
|
Islamic Center
|
Moderator
(Abdul
Aziz, S. Sos)
|
14.00 – 15.00
|
Istirahat
|
Islamic Center
|
Semua Panitia
|
15.00
– 16.00
|
Check Out dan
Packing Pemulangan Panitia
|
Islamic Center
|
Semua Panitia
|
16.00
– 19.00
|
Perjalanan Ke
Malang
|
On The Way
|
Sopir
|
Kegiatan ini membutuhkan sumber dana sebesar Rp. 25.258.500 (Dua Puluh Lima
Juta Dua Ratus Lima Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Rupiah). Sumber dana yang akan kami gunakan diantaranya: kas
pengurus organisasi, iuran peserta, instansi pemerintah,
dermawan dan sponsorship, dan para alumni sukses Pondok
Pesantren Zainul Hasan Genggong. Adapun rincian estimasi dana yang kami
butuhkan sebagai berikut:
SEKSI
|
NO
|
NAMA BARANG
|
JUMLAH BARANG
|
HARGA SATUAN
|
JUMLAH
|
TOTAL
|
Acara
|
1
|
Foto Copy Materi
|
650
|
4.000
|
2.600.000
|
|
2
|
Buku peserta
|
650
|
6.000
|
3.900.000
|
3
|
Lain – lain
|
-
|
|
200., 000
|
|
6.700.000
|
Humas
|
1
|
Penggandaan Proposal
|
80
|
11.000
|
880.000
|
|
2
|
Print Surat Menyurat dll
|
100
|
1.000
|
100.000
|
3
|
Bensin
|
-
|
300.000
|
300.000
|
4
|
Lain – lain
|
-
|
|
200.000
|
|
1.480.000
|
Kesekretariatan
& Pubdekdok
|
1
|
Amplop
|
1 pack
|
35.000
|
35.000
|
|
2
|
Stanpel
|
2
|
25.000
|
50.000
|
3
|
Straples
|
1
|
11.000
|
11.000
|
4
|
Isi
Straples
|
3
|
2.500
|
7.500
|
5
|
Bolpoin
|
1 Pack
|
15.000
|
15.000
|
6
|
Publikasi Pamflet & Bener Kegiatan
|
-
|
1.135.000
|
1.135.000
|
7
|
Pembuatan Tanda Pengenal Panitia
|
51
|
5000
|
250.000
|
8
|
Sertifikat
|
500
|
2000
|
1.000.000
|
9
|
Fandle
|
2
|
70.000
|
140.000
|
10
|
Sewa Camera
|
2
|
150.000
|
300.000
|
11
|
Dokumentasi Kegiatan
|
-
|
150.000
|
150.000
|
12
|
Lain – lain
|
-
|
|
200.000
|
|
3.428.500
|
Akomodasi
|
1
|
Sewa Tempat
|
1
|
2.500.000
|
2.500.000
|
|
|
2
|
Pembuatan Bendera
|
10
|
120.000
|
1.200.000
|
|
3
|
Sewa Transportasi
|
3 Elf
|
800.000
|
2.400.000
|
4
|
Sewa Projector
|
2
|
150.000
|
300.000
|
5
|
Lain – Lain
|
-
|
|
200.000
|
|
6.600.000
|
Konsumsi
|
1
|
Konsumsi Peserta dan Panitia
|
650
|
8.000
|
5.200.000
|
|
2
|
Konsumsi Pemateri & Undangan
|
-
|
900.000
|
900.000
|
|
3
|
Snack Pemateri & Undangan
|
-
|
250.000
|
250.000
|
|
4
|
Lain – Lain
|
-
|
|
200.000
|
|
|
6.550.000
|
Penggalanggan Dana
|
1
|
Bensin Untuk Penggalangan Dana
|
-
|
300.000
|
300.000
|
|
2
|
Lain – Lain
|
-
|
|
200.000
|
|
500.000
|
TOTAL
|
25.258.500
|
Pelaksana kegiatan ini adalah Pengurus Asosiasi Mahasiswa Alumni Zainul Hasan Genggong
(AMAZHONE) Cabang Malang Masa Ibadah 2012-2013 yang dalam
operasionalnya diserahkan kepada Panitia Seminar Nasional melalui Surat
Keputusan AMAZHONE Cabang Malang NOMOR: 04/AMAZHONE/CABANG-MALANG/IV/2013.
Adapun panitia terlampir.
Hal-hal lainnya yang terkait dengan kegiatan ini dan
belum tercantum dalam kerangka acuan kegiatan akan dijelaskan kemudian.
Kemudian apabila terdapat hal-hal yang ingin ditanyakan atau informasi yang
kurang jelas dapat menghubungi sekretariat AMAZHONE Cabang Malang.
Demikian pelaksanaan pelaksanaan kegiatan seminar nasional dibuat sebagai
bahan acuan kegiatan, jika terdapat kekeliruan akan dilakukan perubahan
seperlunya. Proposal kegiatan ini sedapatnya digunakan sebagaimana mestinya,
atas perhatian dan kebijaksanaannya kami ucapkan terima kasih.
Wallahulmuwafiq Ila Aqwa Mitthariq
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh
Malang, 15 April 2013
PANITIA PELAKSANA
“SEMINAR NASIONAL”
ASOSIASI MAHASISWA
ALUMNI ZAINUL HASAN GENGGONG (AMAZHONE)
CABANG MALANG
Periode 2012 - 2013
Mengetahui,
Lampiran I
SURAT KEPUTUSAAN
ASOSIASI MAHASISWA
ALUMNI ZAINUL HASAN GENGGONG
CABANG MALANG
NOMOR:
04/AMAZHONE/CABANG-MALANG/IV/2013
TENTANG
PENGANGKATAN DAN
PENGESAHAN
PANITIA PELAKSANA
SEMINAR NASIONAL
AMAZHONE CABANG MALANG
MASA IBADAH 2012-2013
PELINDUNG :
H. Ahmad Makki Hasan, M.Pd
PENANGGUNG JAWAB :
M. Fahmi Hidayatullah
KETUA PELAKSANA :
Mahfud Wahyudi
SEKRETARIS :
Khoirur
Roziqin
BENDAHARA :
Rahmatul Maula
Desy Himmatul Izze
SEKSI - SEKSI
SEKSI ACARA
1. Firdausi Indah Lestari (Co)
2. Nur Wahyuni
3. Yunita Ratna Sari
4. Siti Fadilatul Munawwaroh
5. Ifada Afkarina
6. Mauidzatul Hasanah
7. Zainullah
8. Fahmiyawati
|
SEKSI HUMAS
1. M. Abdul Qodir (Co)
2.
Badrul Munir
3.
Hikam Yudillah
4.
Choirul Umam
5.
Evi Novita Alwi
6.
Siti Izza Afkarina
7.
M. Zainul Umam
|
SEKSI KESEKRETARIATAN DAN PUBDEKDOK
1. Ahmad Kholid Nadhori (Co)
2.
Khoirun Nisa’
3.
Qonitatul Lubna
4.
Eliyah
5.
Novi Lailiyul Wafiroh
6.
Ayu Nur Khalifah
7.
Evita Muthiatul Maula
8.
Fathatur Rohmaniyah
|
SEKSI
AKOMODASI
1. Beny Ade Setiawan (Co)
2. Dian Dwi Mahendra
3. Ahmad Sidiq
4. M. Rudy Setiyawan
5. Fathor Rosiqin
6. A. Qhusairi
|
SEKSI PENGGALANGAN DANA
1. Ibnu Hajar Dewantara (Co)
2.
Muhammad Adnan
3.
Ahmad Thoriq Abi Manyu
4.
Lukman Hakim
5.
Qoid Humaini
6.
Sayfurrijal
7.
Ihsanul Huda
8.
Faiq Wajdi
9.
M. Hasan Ubaydillah
|
SEKSI KONSUMSI
1. Syahera Banu (Co)
2.
Noviyanti Ambar Dewi
3.
Vita Firdausiyah
4.
Rafika Khoir
5.
Halimatus Sa’diyah
6.
Rizki Eka Fitriani F.
7.
Yulia Puspita Sari
8.
Nur Hasanah
9.
Enick Rizki K.W
|